ruang karya tak terbatas

May 18

[video]

May 16

Pukul 23.00, 

“Akhirnya dengan dramatis, manchester city bisa menjuarai liga inggris,” sebuah pesan dari Bapakku muncul di telepon genggamku.

“Haha…selamat ya, Pak”, jawabku

“Iya, a, akhirnya jagoan Bapak, real madrid sama manchester city menang juga, tapi sayangnya AC Milan ga juara”, jawab Bapakku kembali. 

Biasanya kalau sehabis pertandingan sepakbola di TV, Bapak selalu sms hasil pertandingan. Sepertinya tidak penting, jadi pernah beberapa kali aku tidak jawab. Terus ibu langsung nge-sms, “Nak, sms Bapak kok ga pernah dijawab. Bapak kangen tuh”. Setelah itu aku selalu balas sms Bapak kecuali kalau tidak ada pulsa.

Aku merindukan momen dimana aku dan Bapakku berjingkrak-jingkrak dan berteriak ria di depan TV menyaksikan tim sepakbola eropa kesayangan kami berdua yang biasanya berbeda. Gerutuannya ketika tim jagoannya bermain jelek. Ketika teriakannya membuat ibu yang sedang menyiapkan makanan untuk sahur harus berkata “Ssssstt….”. 

Tentunya, kamu pun bisa mengucap syukur atas cinta Yang Maha Pengasih ketika kamu sakit, bahwa dosamu digugurkan sebagaimana gugurnya daun yang kering di dahan pohon.

Tentunya, kamu pun bisa mengucap syukur atas cinta Yang Maha Pengasih ketika kamu sakit, bahwa dosamu digugurkan sebagaimana gugurnya daun yang kering di dahan pohon.

May 14

Dapet hadiah mobil Sirion dari masgun… Mau jemput ayah ibu sama adek buat pergi Haji…

Dapet hadiah mobil Sirion dari masgun… Mau jemput ayah ibu sama adek buat pergi Haji…

[video]

May 13

“Manchester City dalam 2 menit bisa nyetak gol, ngerjain TA dalam 2 minggu bisa lah ya…” —

Wahyu Herdiyanto

=))

Aku selalu menyadari bahwa segala kejadian di alam ini sudah memiliki pola matematis yang disusun oleh Yang Maha Merajai. Kali ini aku merasakan dalam kesempatan buku yang aku baca. Sedikit contohnya, dulu ketika dalam suatu organisasi keremajaan, ketika masa aku sangat dekat dengan adik-adik binaan disana, entah kenapa ketepatan aku membaca Bidadari-Bidadari Surga Tere Liye. Padahal aku kira sebelumnya, buku itu tentang romantisme dengan bidadari surga, haha. Kemudian dalam perjalananku di kereta api dari Jakarta Menuju Bandung dua hari sebelum aku menghadapi sidang S1-ku, aku sedang membaca Mimpi Sejuta Dolar nya Merry Riana ketika seorang lelaki berumur sekitar 8 tahun lebih tua dariku yang duduk disampingku mengajakku berbincang dan sangat persis tema yang kita bicarakan tentang pandangan-pandangan setelah lulus jenjang pendidikan dan dunia pekerjaan serta bisnis. Tadi siang, aku baru saja membaca Habibie dan Ainun yang sebelumnya aku tak pernah terpikir bahwa cerita ini sebagian besar tentang kerja keras Pak Habibie di luar tanah airnya, dan dilema beliau untuk kembali ke Indonesia dan berbakti untuk negerinya sendiri dan aku bisa katakan, “damn, it’s so me @.@”. Ya, kawan, Yang Maha Pengatur memang tak pernah kehabisan akal untuk membeberkan kebetulan-kebetulan yang telah dirancang dalam naskah skenario keduniaannya.

Pukul dua dini hari itu, aku berada dalam taksi yang bergerak dengan cukup cepat menuju daerah Gegerkalong. Jalanan sepanjang siliwangi sepi hanya diterangi lampu penerangan jalan. Sekitar lima belas menit lalu, aku terjaga oleh dering telepon genggamku. Dari seorang wanita yang biasa aku panggil Yeye. Suara “riweuh”nya di telepon menjelaskan kalau Vera, teman kami yang kost-annya di depan kost-annya si Yeye ini, suhu badannya mendadak sangat tinggi, menggigil, dan kemungkinan harus dibawa ke rumah sakit.

Dalam taksi, aku menelepon Rizki yang tinggal di daerah ciwaruga. “Ki, maaf ganggu, bisa minta tolong? Vera sepertinya harus dibawa ke rumah sakit. Mungkin butuh bantuanmu juga. Bisa ke kostannya sekarang?”, tanyaku. “Oh, iya, no. Insya Allah saya ke sana,” jawab Rizki. Karena beliau memiliki sebuah sepeda motor, aku berpikir bisa lebih membantu.

Akhirnya setelah hampir sampai di daerah kost-an Vera, aku menelpon Yeye untuk segera membawanya keluar. Begitu taksi sampai, mereka berdua masuk. Terlihat wajah Vera yang begitu pucat. Rizki pun pas tiba di sana. Aku meminta Rizki untuk mengikuti taksi kami ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Dalam perjalanan, aku berusaha menenangkan Yeye yang terlihat sangat cemas. 

Kami pun sampai Rumah Sakit Hasan Sadikin dan membawa Vera ke UGD. Aku dan Rizki berada di luar sementara Yeye menemani Vera di dalam ruang UGD. Akhirnya keadaan pun cukup tenang. Setelah sekitar 5 jam berada di sana, Vera pun terdeteksi menderita tifus.

Dalam beberapa kesempatan aku diberi amanah memimpin sebuah tim di sebuah organisasi, implementasi karakterku tergambar dalam suatu bentuk kekeluargaan yang erat, setidaknya begitu yang aku dengar dari teman-temanku dalam suatu sesi penyampaian karakter untukku. Momen di atas aku cuplik untuk menceritakan keterbukaan antar anggota tim yang kami miliki. Pastinya karakter setiap pemimpin berbeda-beda. Kalau aku, selalu berusaha untuk membuat satu bentuk keluarga baru dalam konteks tim jangka pendek maupun panjang. Pastinya, ketika kekeluargaan itu cukup erat, maka harus selalu diingatkan dengan adanya tujuan jelas yang harus digapai bersama. Hal itu yang menjadi patokan utama kekeluargaan yang ada. Disamping itu, harus diwarnai dengan saling keterbukaan, atau membuat suatu agenda pengingat bersama, ataupun target amalan yang harus dipenuhi. 

ristiani asked: haaii.. assalamualaikum..:) salam kenaaall.. ^^, salam hangat.. :D

waalaykumussalam..salam kenal juga ya..^^

Beberapa kali aku mendapatkan kesempatan mengunjungi Singapura, selalu terdapat momen dimana aku melihat seorang sepuh yang bekerja. Seorang kakek tionghoa berambut putih berkemeja lusuh kotak yang berjualan semacam es lilin di daerah Orchad, yang panas panas ria membagikan brosur di daerah rafless place, dan menjadi tukang bersih bersih di Bishan Public Library. Disini, pekerjaan “remeh” yang mungkin tidak memerlukan pemikiran yang dalam dan tenaga yang cukup besar, diberikan kepada orang yang sudah berumur. Aku menangkap fenomena unik ini dan mengambil kesimpulan bahwa setua apapun kita terutama seorang laki-laki, tak berarti terputus kewajibannya untuk produktif dan menafkahi anak istri.